“Saya merasa... sayalah ‘keranjang sampah Mas Pram’ untuk hal-hal yang tidak dapat, tidak tepat, atau tidak pantas dikemukakannya kepada orang lain. Maka, jika hal-hal yang bersifat pribadi tersebut diterbitkan, itu semata-mata merupakan... pernyataan tanggungjawab saya terhadap pembaca karya-karya Mas Pram, terhadap khalayak Indonesia khususnya, dan dunia umumnya. Saya catat semua ini se…
Vulgar karena temanya sensitif dengan bahasa lugas apa adanya, cenderung kasar, hingga membuat panas yang membaca. Kontroversial karena membahas sejarah keruntuhan Majapahit yang disembunyikan pihak tertentu karena alasan politis. Juga karena isinya mendiskreditkan umat Islam sebagai penganut agama mayoritas di Jawa. Maka karya ini terlarang pada zamannya. Namun Darmagandhul sakral karena menga…
Setelah tragedi G30S, ratusan pelajar dan delegasi Indonesia di luar negeri kehilangan kewarganegaraan. Mereka hidup tanpa paspor, tanpa pengakuan, dan menjadi orang buangan. Buku Tanah Air yang Hilang karya Martin Aleida menghadirkan 19 kisah nyata tentang kerinduan, kehilangan, dan cinta pada tanah air yang abadi.
Di dalam wacana umum, Perang Bubat antara Kerajaan Sunda versus Kerajaan Majapahit justru diawali dengan nuansa romantis, permainan hati antara dua lawan jenís yang ingin menyatu dalam keagungan pernikahan. Ya, berawal dari Raja Majapahit, Hayam Wuruk, yang saat itu jatuh hati dengan putri Kerajaan Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi.